Terima kasih Telah Berkunjung!

SELAMAT DATANG DI BLOG BEGINIBEGITUU

Baca!

SELAMAT DATANG DI BLOG BEGINIBEGITUU

Pelajari!

SELAMAT DATANG DI BLOG BEGINIBEGITUU

Amalkan!

SELAMAT DATANG DI BLOG BEGINIBEGITUU

Prev Next

Archive for 2010

A Post Without Image

Penerapan Ilmu Telematika Dalam Bidang Ekonomi (TUGAS KELOMPOK)

• E-Commerce
Salah satu bidang yang di cakup dalam penerapan ilmu telematika adalah bidang ekonomi. Dimana bidang ekonomi disini berfungsi sebagai ajang jual beli suatu barang yang bisa dilakukan oleh para konsumen. Adalah e-commerce yang merupakan bagian dari bidang ekonomi yang memungkinkan penjualan dan transaksinya dilakukan secara virtual atau on-line. Dengan adannya e-commerce ini, diharapkan dapat memudahkan para konsumen untuk mendapatkan barang dengan cepat dan dapat bertransaksi secara efisien tanpa harus berkunjung langsung ke lokasi.

E-commerce atau bisa disebut Perdagangan elektronik atau e-dagang adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
E-commerce pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website). Menurut Riset Forrester, perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 milyar pada 2003. Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu, pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011.

Dengan menggunakan teknologi informasi, E-Commerce dapat dijadikan sebagai solusi untuk membantu perusahaan dalam mengembangkan perusahaan dan menghadapi tekanan bisnis. Tingginya tekanan bisnis yang muncul akibat tingginya tingkat persaingan mengharuskan perusahaan untuk dapat memberikan respon. Penggunaan E-Commerce dapat meningkatkan efisiensi biaya dan produktifitas perusahaan, sehingga dapat meningkatkan kemampuan perusahaan dalam bersaing.
Adapun keuntungan dari e-commerce yaitu :
1. Meningkatkan pendapatan dengan menggunakan online channel yang biayanya lebih murah.
2. Mengurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan kertas, seperti biaya pos surat, pencetakan, report, dan sebagainya.
3. Mengurangi keterlambatan dengan menggunakan transfer elektronik/pembayaran yang tepat waktu dan dapat langsung dicek.
4. Mempercepat pelayanan ke pelanggan, dan pelayanan lebih responsif.



• Penjualan On-line melalui media website
Salah satu penerapan ilmu telematika di bidang ekonomi adalah dengan bertransaksi secara online. Transaksi ini membutuhkan suatu media sebagai tempat untuk bertransaksi. Media yang bisa membantu atau bisa mengakomodasi yaitu website. Dengan adanya website penjualan, para konsumen dapat bertransaksi secara online yang bisa menghemat waktu dan biaya. Pembuatan website itu sendiri menggunakan sebuah program aplikasi. Saat ini sudah sangat banyak program aplikasi yang bisa digunakan untuk membangun sebuah webite. Contoh dari website penjualan produk yang telah ada seperti www.fashionbandung.com, www.urbanesia.com, dll. Di dalam website tersebut terdapat fasilitas yang bisa memudahkan pengunjung website untuk bertransaksi. Tata cara pembelian juga disediakan.

Media website saat ini sudah sangat menjadi sumber informasi bagi sebagian besar masyarakat indonesia. Terutama untuk ajang promosi suatu produk. Website adalah suatu media promosi yang sangat efisien dan paling ampuh untuk menjerat calon pelanggan. Terlebih website penjualan barang. Penjualan secara online saat ini menjadi trend di kalangan masyarakat indonesia. Dikarenakan proses nya cepat dan sangat efisien, dan tidak memakan waktu lama dan tidak perlu susah payah untuk mengunjungi langsung toko yang bersangkutan.

Penerapan ilmu telematika dalam bidang ekonomi, dalam hal ini mencakup e-commerce sangat membantu. Ilmu telematika tersebut telah melahirkan era baru dalam bertransaksi secara online yang bisa sangat berguna bagi konsumen.

A Post Without Image

Telematika

Istilah telematika pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya L'informatisation de la Societe. Istilah telematika yang berasal dari kata dalam bahasa Perancis telematique merupakan gabungan dua kata: telekomunikasi dan informatika.

Telekomunikasi sendiri mempunyai pengertian sebagai teknik pengiriman pesan, dari suatu tempat ke tempat lain, dan biasanya berlangsung secara dua arah. 'Telekomunikasi' mencakup semua bentuk komunikasi jarak jauh, termasuk radio, telegraf/ telex, televisi, telepon, fax, dan komunikasi data melalui jaringan komputer. Sedangkan pengertian Informatika (Inggris: Informatics) mencakup struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi.

Jadi pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Yang termasuk dalam telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika.

Menurut Wikipedia, istilah telematika ini sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:

  • Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
  • Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
  • Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics)

Di Indonesia, pengaturan dan pelaksanaan mengenai berbagai bidang usaha yang bergerak di sektor telematika diatur oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika. Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika (disingkat DitJen APTEL) adalah unsur pelaksana tugas dan fungsi Departemen di bidang Aplikasi Telematika yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Fungsi Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika (disingkat DitJen APTEL) meliputi:

  • Penyiapan perumusan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
  • Pelaksanaan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
  • Perumusan dan pelaksanaan kebijakan kelembagaan internasional di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
  • Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
  • Pembangunan, pengelolaan dan pengembangan infrastruktur dan manajemen aplikasi sistem informasi pemerintahan pusat dan daerah;
  • Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi;
  • Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika.

Kecenderungan terus berkembangnya teknologi tentunya membawa perbagai implikasi yang harus segera diantisipasi dan juga diwaspadai. Upaya itu sekarang telah melahirkan suatu produk hukum dalam bentuk Undang-undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Namun dengan lahirnya UU ITE belum semua permasalahan menyangkut masalah ITE dapat tertangani. Persoalan tersebut antara lain dikarenakan : Pertama, dengan lahirnya UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik tidak semata-mata UU ini bisa diketahui oleh masyarakat pengguna teknologi informasi dan praktisi hukum. Kedua, berbagai bentuk perkembangan teknologi yang menimbulkan penyelenggaraan dan jasa baru harus dapat diidentifikasikan dalam rangka antisipasi terhadap pemecahan berbagai persoalan teknis yang dianggap baru sehingga dapat dijadikan bahan untuk penyusunan berbagai Peraturan Pelaksanaan. Ketiga, pengayaan akan bidang-bidang hukum yang sifatnya sektoral (rejim hukum baru) akan makin menambah semarak dinamika hukum yang akan menjadi bagian sistem hukum nasional.

Urusan transaksi elektronik yang diatur dalam Pasal 5 s/d 22 UU ITE merupakan inti dari masalah keperdataaan dan bisnis. Urusan ini dalam peraturan pelaksanaan dan peraturan teknisnya harus jelas dan detail, khususnya untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya konsumen. Karena peluang pelanggaran melalui tele-marketing, seperti pemberian informasi yang benar; perlindungan untuk memperoleh produk sesuai dengan yang dijanjikan atau ditawarkan; perlindungan untuk memperoleh kompensasi akibat produk seringkali tidak sesuai dengan yang ditawarkan atau dijanjikan.

Pasal 5 ayat 1 s/d ayat 3, secara tegas menyebutkan : Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah dan merupakan perluasan dari alat bukti yang sah sesuai dengan Hukum Acara yang berlaku di Indonesia. Namun dalam ayat (4) ada pengecualian yang menyebutkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik tidak berlaku untuk: a. surat yang menurut Undang-Undang harus dibuat dalam bentuk tertulis; dan b. surat beserta dokumennya yang menurut Undang-Undang harus dibuat dalam bentuk akta notariil atau akta yang dibuat oleh pejabat pembuat akta.

sumber 1 : http://www.beritanet.com/Technology/Communication/seluk-beluk-telematika.html

sumber 2 : http://www.djpp.depkumham.go.id/hukum-teknologi/668-dinamika-konvergensi-hukum-telematika-dalam-sistem-hukum-nasional.html

A Post Without Image

RESENSI "Cinta-nya Monyet"


tugas b. indonesia

IDENTITAS BUKU
Jenis Buku : Novel

Judul Buku : Cinta-nya Monyet

Pengarang : Mira Aji Indrasari

Penerbit : PT Gasindo

Tempat Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2005

Tebal Buku : 339 Halaman


resensi :

moyet eh monyet mahaputri sukminet, namanya. siapa yang tidak kenal dengan cewek yang satu ini. Ehm,... sebenarnya yang lebih tepat, siapa yang berani sama cewek tomboi yang satu ini. Tomboi, galak, cuek dan gokil abis. cuma kebayang nggak sih, kalau monyet sampai jatuh cinta. Sama cowok pastinya. Wah ternyata heboh abis. coba, pernah nggak sih suka sama cowok tapi cowok itu malah di tantangain brantem. kisah cintanya jadi ngga berjalan mulus. Apalagi monyet ternyata punya cerita masalalu yang baru terungkap, dan itu sempat bikin dy nangis.


A Post Without Image

Pengambilan Data

Pengumpulan Data Dengan Cara Angket
Dalam hal ini saya memberikan angket kepada orang-orang yang saya temui yang berisi pertanyaan tentang handphone. Pertanyaan nya adalah sebagai berikut:

1. apa yang pertama kali dilihat jika mau beli hanphone baru?
a. model
b. fitur
c. harga
d. merk
2. warna apa yang dipilih jika handphone baru untuk cowok?
a. merah
b. hitam
c. putih
d. biru
3. warna apa yang dipilih jika handphone baru untuk cewek?
a. merah
b. hitam
c. putih
d. pink
4. pentingkah kulitas suara di handphone yang anda miliki?
a. penting
b. tidak penting

Ada 10 orang yang saya berikan pertanyaan diatas jawaban mereka beraneka macam. Tetapi dapat di simpulkan:

1. apa yang pertama kali dilihat jika mau beli hanphone baru?
a. 1 orang
b. 5 orang
c. 3 orang
d. 1 orang
2. warna apa yang dipilih jika handphone baru untuk cowok?
a. 1 orang
b. 7 orang
c. 1 orang
d. 1 orang
3. warna apa yang dipilih jika handphone baru untuk cewek?
a. 1 orang
b. 3 orang
c. 2 orang
d. 4 orang
4. pentingkah kulitas suara di handphone yang anda miliki?
a. 8 orang
b. 2 orang

Dapat diketahui dari data-data diatas ternyata lebih bnyak orang jika ingin membeli handphone baru lebih mementingkan fitur handphone.

A Post Without Image

Kutipan

"Dayat", don bicara dengan agak keras dan menggerakan pantatnya, lalu bersender. "ini dari saya, dayat. Dari don. Ini tanda terima kasih saya. Tanpa kamu, dayat, tanpa kalian berdua, aku tidak akan berhasil, tidak akan bisa maju usaha kami disini, "hidayat menggelengkan kepalanya. "Tidak, don. Bukan begitu. boleh jadi aku benar telah membantumu, don. Tapi..., ini tidak, don. Terima kasih. Sungguh terima kasih atas budibaikmu. Maaf, kami tidak bisa menerima barang segini mahalnya darimu. "

A Post Without Image

Deduksi Dan Induksi

Paragraf Deduksi

paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat topiknya terletak pada awal paragraf. Istilah deduktif berarti bersifat deduksi. Kata deduksi yang berasal dari bahasa Latin: deducere, deduxi, deductum berarti ‘menuntun ke bawah; menurunkan’; deductio berarti ‘penuntunan; pengantaran’. Paragraf deduktif adalah paragraf yang dimulai dari pernyataan yang bersifat umum, kemudian diturunkan atau dikembangkan dengan menggunakan pernyataan-pernyataan yang bersifat khusus. Pernyataan yang bersifat khusus itu bisa berupa penjelasan, rincian, contoh-contoh, atau bukti-buktinya. Karena paragraf itu dikembangkan dari pernyataan umum dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan khusus, dapatlah dikatakan bahwa penalaran paragraf deduktif itu berjalan dari umum ke khusus.
Sumber : http://sunarno5.wordpress.com/2008/12/02/paragraf-induksi-dan-deduksi/
Contoh :
Bangsa Indonesia masih perlu berjuang terus dalam mengatasi masalah kependudukan. Salah satu fokus dan perhatian yang layak diketahui masyarakat adalah mengenai tanggungan beban negara karena banyaknya generasi muda akan meningkatnya pendduduk usia lanjut. Ketika proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dikomandangakan, 17 agustus 1945, oleh Soekarno - Hatta, jumlah jumlah penduduk kita sekitar 70 juta jiwa, sedangkan hasil sensus penduduk tahun 1961 berjumlah 97 juta jiwa. Sejak kemerdekaan hingga kini, penduduk indoenesia telah berkembang hampir 3x lipat, yakni 203, 45 juta jiwa.


Paragraf Induksi

kalimat topik terletak pada akhir paragraf, paragraf tersebut disebut paragraf induktif. Istilah induktif berarti bersifat induksi. Kata induksi yang berasal dari bahasa Latin: ducere, duxi, ductum berarti ‘membawa ke; mengantarkan’; inducere, induxi, inductum berarti ‘membawa ke; memasukkan ke dalam’. Lebih lanjut istilah induksi dijelaskan sebagai metode pemikiran yang bertolak dari hal khusus untuk menentukan hukum atau simpulan. Karena pernyataan khusus dapat berupa contoh-contoh, dan pernyataan umum itu berupa hukum atau simpulan, maka dapat dikatakan bahwa paragraf induktif itu dikembangkan dari contoh ke hukum atau simpulan.
sumber : http://sunarno5.wordpress.com/2008/12/02/paragraf-induksi-dan-deduksi/

Ciri-ciri Paragraf Induktif
- Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus.
- Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus.
- Kesimpulan terdapat di akhir paragraf.
- Menemukan Kalimat Utama, Gagasan Utama, Kalimat Penjelas.
Kalimat utama paragraf induktif terletak di akhir paragraf.
- Gagasan Utama terdapat pada kalimat utama.
- Kalimat penjelas terletak sebelum kalimat utama, yakni yang mengungkapkan peristiwa-peristiwa
khusus.
- Kalimat penjelas merupakan kalimat yang mendukung gagasan utama.

Jenis Paragraf Induktif :
1.Generalisasi
2.Analogi
3.Klasifikasi
4.Perbandingan
5.Sebab akibat

Contoh :
Pertanian yang dilakukan secara konfensional sudah ketinggalan jaman. Cara bertani konfensional ini dipandang tidak mampu meningkatkan produksi dan kualitas pangan jika dilihat dari tingkat kebutuhan pangan. Untuk mengatasi masalah ini sekarang sedang dikembangkan bioteknologi yang diharapkan mampu melipat gandakan produksi pangan sekaligus menigkatkan kualitasnya.

A Post Without Image

Telur Elang ver1.

Saya akan mencoba menceritakan sebuah cerita yang pernah di ceritakan oleh seorang dosen di campus saya, mudah - mudahan kita bisa mengambil hikmah di balik cerita ini.

Awal cerita, Pada suatu hari ada seekor elang yang sedang mengerami telurnya, tiba - tiba telur yang dieraminya itu jatuh dari sarangnya yang berada diatas pohon si iduk pun tak sadar kalau telur yang sedang di erami itu jatuh. tak di sangka telur itu jatuh pas didepan kandang ayam, pada saat kebetulan pun si ayam penghuni kandang itu sedang mengerami telur, suatu saat si ayam keluar untuk mencari makan tiba - tiba si ayam mendapati sebutir telur yang berada di depan kandangnya, si ayam pun menyangka kalau telur itu adalah telurnya yang tercecer, akhirnya si induk ayam pun membawanya kedalam untuk di erami. hingga suatu hari telur - telur itu pun menetas, termasuk telur elang yang tadi tarjatuh, setelah si anak - anak ayam dan anak siburung elang tersebut yang di sangka anaknya itu diajak mencari makan oleh si induk ayam di padang rumput tempat mereka biasa mencari makan tiba - tiba muncul seekor burung elang yang terbang mengitari padang rumput temapat para ayam dan binatang - binatang lain mencari makan, lalu si induk ayam tersebut menyuruh anak - anaknya untuk segera berlindung dari terkaman burung elang tersebut, akhirnya mereka pun segera berlindung, sedangkan si anak burung elang yang mengikuti si induk ayam yang di anggapnya adalah induknya pun ikut, di sela - sela burung itu berlari dia melihat bagaimana si elang tersebut menerkam seekor kelinci yang sedang melintas, si anak burung elang itu terkagum dengan kehebatan burung elang yang gagah menangkap kelinci tersebut, sesampainya di kandang si anak burung elang tersebut berangan - angan untuk bisa terbang. keesok harinya pun si anak burung elang mencoba untuk terbang dengan modal nekat, si anak elang yang sudah terbiasa hidup dengan si ayam, ia mencoba untuk terbang dari ketinggian sebuah pohon tapi ia terjatuh, hingga terdengar suara jatuhnya oleh sodara - sodara anak ayamnya yang kemudian dilaporkan keinduknya, si induk mempeingatkannya untuk tidak bermimpi untuk bisa terbang, akhirnya si anak burung elang itu pun pulang dengan luka - luka di sekujur tubuhnya, dan ia pun tak pernah mencoba untuk terbang lagi, akhirnya ia pun melanjutkan hidupnya hingga mati sebagai seekor ayam, tanpa mengetahui sebenarnya dia adalah seekor elang.

Pelajaran yang kita bisa ambil dari cerita diatas adalah manusia sebenarnya mahluk yang paling sempurna di ciptakan oleh Tuhan, tidak ada manusia yang bodoh di dunia ini jika manusia itu sendiri mencoba untuk berusaha untuk dirinya sendiri serta membiasakan hidup terbiasa dengan kebiasaan yang baik seperti belajar karena manusia bisa karna biasa, yang ada bukan bodoh tapi malas, karena manusia pemalas tidak akan pernah maju dalam hidupnya.

A Post Without Image

Ragam Bahasa dan Tulisan


bahasa dan huruf HoNoCoRoKo atau hanacaraka

apakah anda pernah mendengar atau bahkan mengetaui apa itu huruf honocoroko/ Hanacaraka atau dikenal dengan nama carakan atau cacarakan (bahasa Sunda) adalah aksara turunan aksara Brahmi yang digunakan atau pernah digunakan untuk penulisan naskah-naskah berbahasa Jawa, bahasa Madura, bahasa Sunda, bahasa Bali, dan bahasa Sasak.
Aksara Jawa modern adalah modifikasi dari aksara Kawi dan merupakan abugida. Hal ini bisa dilihat dengan struktur masing-masing huruf yang paling tidak mewakili dua buah huruf (aksara) dalam huruf latin. Sebagai contoh aksara Ha yang mewakili dua huruf yakni H dan A, dan merupakan satu suku kata yang utuh bila dibandingkan dengan kata "hari". Aksara Na yang mewakili dua huruf, yakni N dan A, dan merupakan satu suku kata yang utuh bila dibandingkan dengan kata "nabi". Dengan demikian, terdapat penyingkatan cacah huruf dalam suatu penulisan kata apabila dibandingkan dengan penulisan aksara Latin.

Pada aksara Jawa hanacaraka baku terdapat 20 huruf dasar (aksara nglegena), yang biasa diurutkan menjadi suatu "cerita pendek":
ha na ca ra ka
da ta sa wa la
pa dha ([dha]) ja ya nya ([ɲa])
ma ga ba tha ([ʈa]) nga ([ŋa])



huruf jawa ini adalah huruf bangsa kita yang perlu kita lestarikan keberadaannya sebagai salah satu cagar budaya kita.

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Hanacaraka

A Post Without Image

tentang ragam bahasa

A. RAGAM BAHASA BERDASARKAN MEDIA/SARANA
Ragam bahasa Lisan
Ragam bahasa lisan adalah bahan yang dihasilkan alat ucap (organ of speech) dengan fonem sebagai unsur dasar. Dalam ragam lisan, kita berurusan dengan tata bahasa, kosakata, dan lafal. Dalam ragam bahasa lisan ini, pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan, air muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide.
Ragam bahasa tulis
Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek tata bahasa dan kosa kata. Dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis, kita dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.
Contoh
Ragam bahasa lisan Ragam bahasa tulis
1. Putri bilang kita harus pulang 1. Putri mengatakan bahwa kita harus pulang
2. Ayah lagi baca koran 2. Ayah sedang membaca koran
3. Saya tinggal di Bogor 3. Saya bertempat tinggal di Bogor
B. RAGAM BAHASA BERDASARKAN PENUTUR
Ragam bahasa berdasarkan daerah disebut ragam daerah (logat/dialek). Luasnya pemakaian bahasa dapat menimbulkan perbedaan pemakaian bahasa. Bahasa Indonesia yang digunakan oleh orang yang tinggal di Jakarta berbeda dengan bahasa Indonesia yang digunakan di Jawa Tengah, Bali, Jayapura, dan Tapanuli. Masing-masing memilikiciri khas yang berbeda-beda. Misalnya logat bahasa Indonesia orang Jawa Tengah tampak padapelafalan/b/pada posisiawal saat melafalkan nama-nama kota seperti Bogor, Bandung, Banyuwangi, dll. Logat bahasa Indonesia orang Bali tampak pada pelafalan /t/ seperti pada kata ithu, kitha, canthik, dll.
Ragam bahasa berdasarkan pendidikan penutur. Bahasa Indonesia yang digunakan oleh kelompok penutur yang berpendidikan berbeda dengan yang tidak berpendidikan, terutama dalam pelafalan kata yang berasal dari bahasa asing, misalnya fitnah, kompleks,vitamin, video, film, fakultas. Penutur yang tidak berpendidikan mungkin akan mengucapkan pitnah, komplek, pitamin, pideo, pilm, pakultas. Perbedaan ini juga terjadi dalam bidang tata bahasa, misalnya mbawa seharusnya membawa, nyari seharusnya mencari. Selain itu bentuk kata dalam kalimat pun sering menanggalkan awalan yang seharusnya dipakai.
contoh:
1) Ira mau nulis surat à Ira mau menulis surat
2) Saya akan ceritakan tentang Kancil à Saya akan menceritakan tentang Kancil.
Ragam bahasa berdasarkan sikap penutur. Ragam bahasa dipengaruhi juga oleh setiap penutur terhadap kawan bicara (jika lisan) atau sikap penulis terhadap pembawa (jika dituliskan) sikap itu antara lain resmi, akrab, dan santai. Kedudukan kawan bicara atau pembaca terhadap penutur atau penulis juga mempengaruhi sikap tersebut. Misalnya, kita dapat mengamati bahasa seorang bawahan atau petugas ketika melapor kepada atasannya. Jika terdapat jarak antara penutur dan kawan bicara atau penulis dan pembaca, akan digunakan ragam bahasa resmi atau bahasa baku. Makin formal jarak penutur dan kawan bicara akan makin resmi dan makin tinggi tingkat kebakuan bahasa yang digunakan. Sebaliknya, makin rendah tingkat keformalannya, makin rendah pula tingkat kebakuan bahasa yang digunakan.
Bahasa baku merupakan ragam bahasa yang dipakai dalam situasi resmi/formal, baik lisan maupun tulisan.
Bahasa baku dipakai dalam :
a. pembicaraan di muka umum, misalnya pidato kenegaraan, seminar, rapat dinas memberikan kuliah/pelajaran;
b. pembicaraan dengan orang yang dihormati, misalnya dengan atasan, dengan guru/dosen, dengan pejabat;
c. komunikasi resmi, misalnya surat dinas, surat lamaran pekerjaan, undang-undang;
d. wacana teknis, misalnya laporan penelitian, makalah, tesis, disertasi.
Segi kebahasaan yang telah diupayakan pembakuannya meliputi
a. tata bahasa yang mencakup bentuk dan susunan kata atau kalimat, pedomannya adalah buku Tata Bahasa Baku Indonesia;
b. kosa kata berpedoman pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI);
c. istilah kata berpedoman pada Pedoman Pembentukan Istilah;
d. ejaan berpedoman pada Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan (EYD);
e. lafal baku kriterianya adalah tidak menampakan kedaerahan.
C. RAGAM BAHASA MENURUT POKOK PERSOALAN ATAU BIDANG PEMAKAIAN
Dalam kehidupan sehari-hari banyak pokok persoalan yang dibicarakan. Dalam membicarakan pokok persoalan yang berbeda-beda ini kita pun menggunakan ragam bahasa yang berbeda. Ragam bahasa yang digunakan dalam lingkungan agama berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam lingkungan kedokteran, hukum, atau pers. Bahasa yang digunakan dalam lingkungan politik, berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam lingkungan ekonomi/perdagangan, olah raga, seni, atau teknologi. Ragam bahasa yang digunakan menurut pokok persoalan atau bidang pemakaian ini dikenal pula dengan istilah laras bahasa.
Perbedaan itu tampak dalam pilihan atau penggunaan sejumlah kata/peristilahan/ungkapan yang khusus digunakan dalam bidang tersebut, misalnya masjid, gereja, vihara adalah kata-kata yang digunakan dalam bidang agama; koroner, hipertensi, anemia, digunakan dalam bidang kedokteran; improvisasi, maestro, kontemporer banyak digunakan dalam lingkungan seni; pengacara, duplik, terdakwa, digunakan dalam lingkungan hukum; pemanasan, peregangan, wasit digunakan dalam lingkungan olah raga. Kalimat yang digunakan pun berbeda sesuai dengan pokok persoalan yang dikemukakan. Kalimat dalam undang-undang berbeda dengan kalimat-kalimat dalam sastra, kalimat-kalimat dalam karya ilmiah, kalimat-kalimat dalam koran/majalah, dll. Contoh kalimat yang digunakan dalam undang-undang.

sumber : http://intl.feedfury.com/content/15241462-ragam-bahasa.html

A Post Without Image

puisi,...

kala sinar surya merasuk dan hangat mencekam badan namun dingin bayangmu tetap kurasa .
kala orang-orang terdiam diheningnya senja namun tetap kau yg paling bersuara .
begitulah bedanya kamu . begitulah berarti kamu .
walau banyak yg serupa tapi kau punya cara berbeda .
walau beribu bintang bercahaya namun kau tetap yg sempurna .
karna 1 hal yg paling bahagia ya saat mendapati kau tersenyum indah .